Rabu, 30 April 2014

PENGANTAR Tentang Ruang Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie

12 Maret 1933-25 Oktober 2008
Artikel di dalam rubrik "Ruang Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie" merupakan tulisan yang dimuat pada buku “Mesin Ketik Tua (Paparan, Ulasan, dan Komentar Wartawan Tua)  karya H. Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie yang diterbitkan Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM) pada 2005 yang dieditori Nasrul Azwar. Tulisan-tulisan yang dihadirkan, masih aktual dan relevan dengan kondisi kekinian.

Membangun Pendidikan Karakter yang Berkualitas

OLEH H. Mas’oed Abidin
Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. (UUD-45). “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”, dan "Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab, serta berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. (UU No. 20 th 2003, Sistem Pendidikan Nasional).

Estetika Seni Posmodern di Indonesia

OLEH Yusriwal

Peneliti di Fakultas Sastra Unand

Postmodernisme sering disalahpahami sebagai penolakan terhadap modernitas, dan kerap diidentikkan dengan khaos, ketidakteraturan, kesemana-menaan[1].

Posmodernisme muncul sebagai antitesis terhadap kebekuan modernisme, bukan antitesis terhadap modernisme. Sementara sebagian kalangan berangggapan, kemunculan posmodernisme adalah harapan baru bagi masa depan dunia karena dengan posmodern keberagaman akan tampil sebagai sebuah nilai unggul dalam kehidupan manusia. Dengan begitu tidak akan ada lagi klaim sesuatu atas sesuatu karena kebenaran hidup adalah milik bersama dan setiap orang berhak mengucapkan serta menjalankan kebenaran itu menurut keyakinan dan caranya  sendiri. 

Senin, 28 April 2014

Doa dari Taeh Baruah untuk Chairil Anwar

OLEH Nasrul Azwar
Rumah bako (orang tua laki-laki Chairil Anwar)
Malam hening. Gemericik hujan gerimis melembabkan tanah nagari kecil itu, yang jaraknya lebih kurang 8 km dari pusat Kota Payakumbuh atau 150 km dari Kota Padang.
Gerimis tak juga reda, namun puluhan majelis taqlim anak nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuah, Kabupaten Limapuluhkota, dengan khusuk melantunkan doa-doa dan ayat Yasin untuk alharmum Chairil Anwar, sastrawan besar Indonesia, yang orangtuanya berasal dari nagari itu, pada Sabtu (28/5/2005).

Minggu, 27 April 2014

Tentang Novel “Pulang” dan Kontekstualisasi Fakta Historisnya

OLEH Budiawan
Dosen tidak tetap di Jurusan Sejarah, FIB UGM
Diskusi buku Pulang
Saya ingin melakukan kontekstualisasi fakta historis yang terkandung di dalam novel ini, yakni perihal para eksil politik Indonesia sesudah Peristiwa 30 September 1965 terjadi. Kontekstualisasi ini mungkin bermanfaat untuk memperkaya wawasan sejarah, yang di dalam novel ini menyisakan sejumlah celah. Sebuah novel, bahkan novel sejarah sekalipun, memang tidak berpretensi untuk menuturkan kisah sejarah itu sendiri.
Sebelum melakukan kontekstualisasi itu, saya merasa perlu memaparkan ringkasan isi novel ini. Sebab, saya tidak boleh berasumsi bahwa semua yang hadir dalam forum ini sudah membaca novel ini.

Chairil Anwar Mendapat Gadis

OLEH Iwan Satyanegara Kamah-Jakarta
Siapa sebenarnya Chairil Anwar? Penyair atau peramal? Hanya sedikit yang melekatkan predikat cenayang pada si ‘binatang jalang’ itu, termasuk saya. Beberapa karyanya, tergores susunan kata yang menggambarkan kenyataan dari isi hatinya yang ia inginkan. Dan itu banyak terwujud tanpa ia saksikan.
“Di Karet, di Karet sampai juga/deru angin”, adalah nyata contoh sebaris bait karyanya tahun 1949 yang sangat prediktif. Dan memang, jasad Chairil dibenamkan di tanah perkuburan Karet, Jakarta di tahun yang sama, sebagai rumah terakhirnya.

Kepekatan Minangkabau dalam Puisi Chairil Anwar

OLEH Yusriwal
Peneliti di Fakultas Sastra Unand
Di pusara Chairil Anwar
Indonesia telah kehilangan seorang pujangga dengan meninggalnya Chairil Anwar pada 28 April 1949. Dia meninggal di sebuah rumah sakit di Jakarta karena penyakit paru-paru dan radang usus. Jenazahnya dimakamkan di pekuburan Karet, Jakarta.
Chairil Anwar dilahirkan di Medan 26 Juli 1922 dari pasangan Tulus dan Saleha, yang berasal dari Minangkabau. Secara geneologis, Chairil Anwar adalah orang Minangkabau. Lalu bagaimana secara budaya?

CHAIRIL ANWAR: Hidup hanya Menunda Kekalahan

OLEH Yusriwal
Peneliti di Fakultas Sastra Unand
Lima puluh empat tahun yang lalu, tepatnya 28 April 1949, dunia kesusastraan Indonesia kehilangan seorang maestro sastra: meninggalnya penyair besar Chairil Anwar. Ia mati muda, dalam usia 27 tahun. Namanya tidak terkubur, walaupun tulang belulangnya mungkin sudah hancur. Siapa pun yang belajar kesusastraan Indonesia, mau atau tidak, pasti akan berhubungan dengan Chairil Anwar dan karya-karyanya. Mengapa?

Sabtu, 26 April 2014

Siapa yang Peduli dengan Nasib Petani Kita

OLEH Moehar Daniel
Direktur Pemberdayaan Petani Yayasan AFTA
Sering kita baca dan sering kita dengar dan bahkan juga sering kita lihat, petani menerima penghargaan. Petani sering diusung ke Istana Negara untuk menerima hadiah, menerima piagam penghargaan ataupun menerima sertifikat. Setiap tahun di Agustus, saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik, sangat banyak lapisan masyarakat yang menerima segala macam penghargaan.

Rabu, 23 April 2014

KERADJINAN AMAI SETIA: “Perlawanan” Kaum Perempuan Pribumi

OLEH Fitriyanti
Keradjinan Amai Setia (KAS) merupakan organisasi perempuan pertama yang berdiri di  Kotogadang, Bukittinggi, Minangkabau, Sumatera Barat. Tujuan utama pendirian KAS adalah untuk kemajuan perempuan dan berupaya melestarikan serta mengembangkan berbagai keahlian kerajinan tangan. Terbentuknya organisasi perempuan KAS disebabkan kaum perempuan belum mendapat kesempatan menempuh pendidikan formal dan nonformal, karena pada masa itu pendidikan lebih diutamakan untuk kaum laki-laki.

Minggu, 20 April 2014

CATATAN PANGGUNG PUBLIK SUMATERA III: Saatnya Ruang (Panggung) dan Waktu untuk Publik

OLEH Nasrul Azwar

Pembukaan PPS III (Dok Sakata)
Situs Pusat Dokumentasi dan Informasi Minangkabau (PDIKM) Padangpanjang seperti bergerak. Sejak siang hingga malam, kawasan Taman Mini Minangkabau itu, seolah diberi napas baru. Napas itu bernama seni pertunjukan.
Lokasi ini merupakan satu simpul dari tujuh titik yang dijadikan ruang publik untuk berkesenian dalam iven Panggung Publik Sumetera (PPS) III yang digelar 27-29 Maret 2014 di Kota Serambi Mekkah Padang Panjang.

ARB, Capres yang Dihantui Kasus Buruk Lumpur Lapindo

Calon Presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) adalah salah satu capres yang punya rekam jejak kurang baik.
Hal itu dikemukakan pengamat politik dari Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo dalam diskusi bertema ‘Nasionalisme di Tengah Krisis Kepemimpinan’ di Galeri Kafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, kemarin.

Daftar Cukong Jokowi Sang Capres Boneka

OLEH Ronin Samurai
Pemungutan suara sebagai salah satu tahapan Pemilu baru usai, PDIP yang menggunakan Joko Widodo untuk mendulang suara terpaksa menelan pil pahit karena perolehan suara versi perhitungan cepat (quick count) hanya meraih suara sekitar 19% atau jauh di bawah target > 30% suara.
Perolehan suara PDIP ini sangat mungkin membuyarkan harapan pencapresan Jokowi untuk ditetapkan. Kekecewaan terbesar dialami para cukong atau mafia konglomerat cina, pendukung utama pendanaan dan segala sumber daya untuk pemenangan Jokowi.

Prabowo Gagal Menjaga Timtim Bagaimana Mau Jadi Presiden?

OLEH Esther Wijayanti
“Kami melihat pembunuhan orang-orang yang sudah menyerah, bahkan perempuan dan anak-anak, bahkan yang terkecil.. Wanita hamil tidak disisakan: mereka dipotong. Mereka mengangkat kaki anak-anak lalu membanting kepalanya ke batu. [Barbedo de Magalhaes, East Timor: Land of Hope].
Keputusan mantan Presiden Habibie melepas Timor Timur, bukanlah keputusan yang datang mak blug dari langit. Namun didasari oleh situasi di Timor Timur yang tidak dapat diredam oleh para petugas penjaga keamanan di Timor Timur itu sendiri. Tidak dapat dinegosiasikan, tidak dapat dikondusifkan, tidak dapat dikuasai. Akhirnya Timor Timur merdeka.

ABDUL MUIS: Kemampuan Bahasa Belandanya Melebihi Orang Belanda

Abdul Muis
Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh, Sungai Puar. Seperti halnya orang Minangkabau, Abdul Muis juga memiliki jiwa petualang yang tinggi. Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Pulau Jawa. Bahkan, masa tuanya pun dihabiskannya di perantauan.
Sastrawan yang sekaligus juga pejuang dan wartawan ini meninggal dunia di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Taman Pahlawan Cikutra, Bandung. Ia meninggalkan 2 orang istri dan 13 orang anak.
Abdul Muis lulusan Sekolah Eropa Rendah (Eur. Lagere School atau yang sering disingkat ELS). Ia pernah belajar di Stovia selama tiga setengah tahun (1900--1902). Namun, karena sakit, ia  keluar dan sekolah kedokteran tersebut. Pada tahun 1917 ia  pergi ke negeri Belanda untuk menambah pengetahuannya.

Muhammad Alwi Dahlan: Orang Minang Peraih Doktor Ilmu Komunikasi Pertama Indonesai

Muhammad Alwi Dahlan
Muhammad Alwi Dahlan atau dikenal dengan Alwi Dahkan tercatat sebagai doktor ilmu komunikasi pertama Indonesia lulusan Amerika Serikat tahun 1967, tepatnya dari Illionis University, Urbana dengan tesis "Anonymous Disclosure of Government Information as a Form of Political Communication". Pergi sekolah ke negeri Paman Sam tahun 1958 saat sedang kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) berdasarkan beasiswa foreign sudent leadership project di Minnesota, Alwi Dahlan sebelumnya berhasil meraih gelar B.A dari American University, Washington DC tahun 1961.
Gelar B.A. ini menurut Surat Keputusan Lihat Daftar Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu setara dengan S-1. Di Washington, untuk membiayai kuliah pria kelahiran Padang, Sumatera Barat 15 Mei 1933 ini bekerja sebagai penjaga malam di Kedutaan Besar RI. Sebelum meraih gelar doktor, keponakan sutradara film terkemuka Sutradara Usmar Ismail ini melanjutkan pendidikan ke Stanford University, di California untuk meraih gelar Master of Arts (M.A.) bidang ilmu komunikasi massa tahun 1962.

Sabtu, 19 April 2014

Koalisi, Kolusi dan Kepentingan Rakyat

OLEH Israr Iskandar
Pengajar FIB Unand

Belakangan ini gonjang-ganjing politik terfokus pada masalah prospek koalisi pemerintahan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden sendiri sudah mengingatkan dan memberikan sinyal akan mengevaluasi keberadaan beberapa partai peserta koalisi, khususnya Partai Golkar dan PKS. Kedua partai ini dianggap mengingkari butir-butir konsensus koalisi yang dulu mereka teken dan sepakati dengan SBY.
Reaksi keras SBY atas Golkar dan PKS tentu saja tak terlepas dari sikap kedua parpol yang mengusulkan hak angket pajak beberapa waktu lalu. Meskipun usulan itu kandas, tapi tampaknya SBY tetap geram dengan “inkosistensi” kedua parpol. SBY dan Demokrat sedikit diuntungkan,  karena Gerindra yang selama ini dikenal kritis pada pemerintah justru menolak usulan angket.

Minangkabau Merayakan Globalisasi

OLEH Nasrul Azwar

Perbincangan yang berkaitan dengan masyarakat dan kebudayaan Minangkabau—katakanlah itu seni tradisi Minangkabau—kerap berarti berbicara mengenai tatanan masyarakat dengan struktur  sosial, nilai-nilai, norma tradisional yang sebagian masyarakat masih membayangkan sesuatu yang ideal dan asli. Tatanan masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat dengan sistem kekerabatan matrilineal dan bahkan dalam batas tertentu, sistem politik matriarki, sedangkan norma-norma dan nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai-nilai dan norma-norma yang terkandung dalam berbagai bentuk ekspresi kabahasaan seperti pepatah petitih, pantun, dan cerita lisan berupa kaba (Faruk dalam Minangkabau di Persimpangan Generasi: 2007).

Melacak Asal Dongeng

OLEH Maya Lestari Gf
Penulis

Dongeng selalu memiliki tempat di berbagai kebudayaan. Dari Asia hingga Eropa, dari kumpulan kecil keluarga Suku Inuit di Kutub Utara hingga kota-kota metropolitan dunia, dongeng selalu hadir, terutama di tengah kanak-kanak. Dongeng sejak dahulu telah dianggap sebagai media yang baik untuk mengajarkan nilai-nilai positif. Kisah-kisah kebaikan, kepahlawanan, kejujuran selalu mewarnai hampir setiap dongeng di dunia. Di Indonesia kita mengenal kisah Bawang Putih dan Bawang Merah yang mirip dengan kisah Cinderella di Perancis, Ashputtel di Jerman, Katie Woodencloak di Norwegia, dan Little Saddleslut di Yunani. Di berbagai kebudayaan lain juga dikenal dongeng semisal Pangeran Katak, yang mengisahkan pangeran yang dikutuk jadi katak, lalu berbalik jadi pangeran kembali setelah dicium seorang putri. 

Selasa, 08 April 2014

Bahaya Laten Investasi Politik



OLEH Nasrul Azwar
pemilu.okezone.com

Pemilihan umum untuk anggota calon legislatif dan DPD akan dilangsungkan 9 April 2014. Ini pesta politik tercatat penting dalam sejarah bangsa ini. Selain penting, dana yang digelontorkan cukup besar. Diperkirakan, uang yang dikucurkan para calon mencapai Rp115 triliun. Ada sekitar 200 ribu calon di seluruh Indonesia yang memperebutkan 19.699 kursi di 2.471 daerah pemilihan.

Kamis, 03 April 2014

Kondisi Pariwisata Sumbar Setelah “G 30 S”

OLEH DR Abdullah Rudolf Smit CTM CHt-IBH
Praktisi dan Konsultan Pariwisata dan menetap di Sumatra Barat sejak 2002

Bila pertanyaan ini diajukan kepada para praktisi pariwisata di Kota Padang saat ini, maka jawaban yang akan diberikan pasti bernada negatif. Sudah tentu yang dimaksud dengan praktisi pariwisata di sini bukanlah pemilik hotel bintang empat satu-satunya yang masih berdiri setelah G30S (Gempa 30 September 2009), tetapi pengelola biro perjalanan wisata, pendukung pariwisata seperti toko cenderamata, kedai/lapau, rumah makan/restoran, angkutan taksi, armada transportasi, dan lain-lain.

Rabu, 02 April 2014

Tan Malaka: Sebuah Opera tentang Ketidakhadiran

OLEH Devy Kurnia Alamsyah
Sutradara “Selopanggung” dan nominator Festival Film Dokumenter (FFD) 2010
Wajah kebingungan terpancar pada sebagian besar penonton yang melenggang keluar dari ruang pertunjukan Teater Salihara Oktober tahun lalu. Ragam pertanyaan sepertinya membuat beberapa hadirin kebingungan. Pertanyaan yang muncul dari keraguan dan ketidaktahuan.
“Opera apa ini? Sungguh, tak mengerti. Tidak ada ceritanya.”
“Judulnya Opera Tan Malaka, tapi dimana Tan Malaka-nya?”
“Goenawan Mohammad (GM) yang terlalu pintar atau aku yang terlalu bodoh?”
“Oh, jadi itu yang Tan Malaka itu? Dia komunis ya? Atheis dong!”

Mambangkik Batang Tarandam Perkeretaapian Sumatera Barat

OLEH Willson Gustiawan
Dosen Politeknik Negeri Universitas Andalas Padang dan Pecinta Kereta Api
 
Kereta api ke Pariaman-Padang (Foto Iggoy)
Suara tut…tut…tut, sinyal nyala, serangkaian kereta siap masuk stasiun. Setelah melewati ampang-ampang perlintasan sebidang. Lokomotif bergerak di rel bergigi, melambat untuk beristirahat sejenak. Lalu siap melanjutkan perjalanan melewati kawasan berpemandangan elok di Sumatera Barat.
Kereta api Sumatera Barat, pada masa jayanya melayani penumpang dan barang di berbagai rute. Kereta api melayani relasi Payakumbuh sampai Padang, Sawahlunto sampai Teluk Bayur Padang. Ujung rel di Sungai Limau dan Limbanang juga pernah dilewati. Bahkan jalur sampai ke Pekanbaru melalui Muaro. Total, jalur kereta api di Sumatera Barat mencapai 240 km.

Filsafat Randang

OLEH Empi Muslion
Alumnus Universitas Lumiere Lyon 2 dan ENTPE Lyon Perancis

Pada 7 September 2011 lalu, CNN melansir sebuah survei tentang daftar kuliner dunia yang masuk kategori terlezat di dunia (World's 50 most delicious foods). Survei CNN yang diikuti lebih dari 35.000 orang dari seluruh dunia melalui situs jejaring Facebook menobatkan randang (rendang) sebagai makanan paling lezat di muka bumi. Jagad kuliner Indonesia dan Ranah Minangkabau khususnya pantas berbangga hati.
Selama ini kuliner merupakan salah satu senjata efektif untuk meningkatkan brain dan promosi bagi sebuah negara. Sebut saja kreativitas racikan tangan dari berbagai negara yang sudah  familiar di tengah  masyarakat kita, seperti masakan dan minuman anggur dari Prancis, Pizza dari Italia, ice cream dari Amerika, kebab dari Turki, sushi dari Jepang, roti cane dari India, dan kuliner negara lainnya yang menyatu dengan simbol negara asalnya. Bukan hanya makanannya, bahkan budaya sajian kulinernya pun  sudah masuk dan menukar ranah tradisi budaya tradisional kita, seperti acara jamuan makan ala Prancis atau yang dikenal dengan hidangan Prancis.

PDRI, Inisiatif Lokal, dan Kita yang Gagap

OLEH Lukman Hakiem
Sekretaris Panitia Satu Abad Mr Sjafruddin Prawiranegara (1911-2011)
Agresi militer Belanda ke Ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta pada 19 Desember 1948 yang nyaris mengakhiri riwayat Republik Indonesiakarena praktis telah menyebabkan pemerintahan tidak lagi berfungsidan pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Menteri Kemakmuran Mr Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat (dulu termasuk provinsi Sumatera Tengah) adalah dua peristiwa yang unik dalam sejarah Republik Indonesia.  
Sungguh pengalaman sangat pahit dan memalukan, ibukota dan para pemimpin sebuah negara jatuh dan ditawan pada hari pertama serangan tentara Belanda.

Membangun Kebudayaan Maritim

OLEH Indra J Piliang
Ketua Dewan Pendiri Nangkodo Baha Institute
Indra J Piliang
Dalam rangka mengisi waktu luang ketika menghadiri acara Partai Golkar di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, saya berkesempatan memancing di pantai Piaman Laweh. Atas jasa baik Pak Akhir, mantan Kepala Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPMN) Pariaman, saya dan sejumlah teman berlayar ke lautan biru.
Semula, kami merencanakan untuk memancing pada malam hari. Tetapi, kondisi muara sungai Batang Naras sedang pasang elang (tidak tinggi), maka kapal tidak bisa melaut. Terpaksa kami menunggu pagi hari, lalu berangkat pada 19 Juli 2011.

Butir-butir Implementasi ABS-SBK dan Penjelasannya

OLEH Puti Reno Raudha Thaib
Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat
A.  Bidang sosial
a)     Sistem kekerabatan (individu, keluarga batih, keluarga kaum)
b)     Sistem kemasyarakatan (suku, nagari, kelarasan)
c)      Lembaga/institusi/organisasi.
d)     Norma-norma dan sistem
e)     Sistem hubungan – interaksi sosial
f)       Hak dan kewajiban.

Selasa, 01 April 2014

Penyair Salon dan Politikus Salon

OLEH Deddy Arsya
Pengarang

WS. Rendra, penyair yang terkenal itu, di tahun 1980an, pernah memperkenalkan sebuah istilah yang kemudian juga terkenal: ‘penyair salon’. Mereka, tulis Rendra dalam sebuah sajak, adalah penyair yang asyik-masyuk “bersajak tentang anggur dan rembulan” sementara melupakan realitas sosial yang buruk tempat di mana mereka berpijak. Penyair yang sibuk bersolek diri dengan keindahan kata-kata, tetapi tidak mau terlibat dalam kenyataan pahit dari masyarakatnya. Ketika itu, Orde Baru memang sedang makmur akibat ‘boom’ minyak. Pembangunanisme dirayakan, tetapi bersifat berat sebelah. Di tengah kemajuan ekonomi rezim, kepincangan sosial merebak. Rendra berbicara dalam sajaknya pada konteks ini.

Estetika dalam Perspektif Budaya Minangkabau

OLEH Yusriwal
Peneliti di Fakultas Sastra Unand
Ukiran pandai sikek di rumah gadang 
Masalah estetika cukup rumit karena bidang ini bukan hanya sebatas seni dan filsafat. Untuk memahami estetika, beberapa hal perlu diperhatikan: 1) apresiasi terhadap seni mencakup pengamatan (mendengarkan, membaca, dan lain-lain) pada situasi dan modus yang berbeda sehingga seseorang dapat menikmati dan meresapi segala sesuatu yang terpendam dalam karya tersebut. Apresiasi sering melibatkan berbagai kalangan seperti dosen, pencinta seni, serta melalui berbagai cara seperti peragaan, percakapan formal, dan bahkan dengan mengulangi secara diam-diam; 2) kritik terhadap karya seni terdiri atas kata-kata, yaitu kata-kata tentang karya seni dan dirancang untuk lebih memahami dan mengapresiasi karya seni (gaya atau periodenya) dengan cermat.