Minggu, 31 Mei 2015

Sastra Anak di Tengah Sergapan Media Elektronik

OLEH Dra. Mukti Widayati, M. Hum
(Universitas Sukoharjo)
Abstrak
Media elektronik menjadi sarana penting yang menunjang publikasi berkembangnya sastra anak. Bukan sekedar sebuah totntonan yang menyenangkan di berbagai televisi ataupun media elektronik lainnya tetapi lebih mendasarkan fungsinya sebagai alat untuk menanaman nilai-nilai kehidupan yang berkarakter sedini mungkin. Kekhawatiran memang sudah dirasakan oleh berbagai kalangan pendidikan, khususnya sastra. Sastra anak yang mempunyai nilai karakter itu sedikit demi sedikit disergap oleh media elektronik yang semakin canggih. Akibatnya, budaya literasi anak berkurang. Sastra anak yang kaya nilai tidak terdistribusikan dalam kognisi dan afeksi anak.

Optimalisasi Peran Media Massa dalam Upaya Pemberdayaan Sastra Indonesia: Fenomena Sastra Siber dalam Menjelajah Sastra Dunia

OLEH Ninawati Syahrul
(nsyahrul@ymail.com)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Abstrak
Pers menjadi proses mediasi antara masyarakat dan dunia. Pers diproses oleh jurnalisme agar mempunyai daya persuasi. Jurnalisme memprosesnya melalui tata cara mencari dan menyebarkan informasi dan mengembangkan teknik peliputan dan pendistribusiannya sesuai dengan kultur—termasuk dunia sastra—masyarakat dan semangat zaman.

Senin, 18 Mei 2015

INVESTIGASI MAJALAH ASIAWEEK: Prabowo Subianto “Kambing Hitam” Peristiwa Mei ’98?

Satu pertanyaan yang akan selalu terlontar ketika membahas tragedi 1998 di Indonesia adalah: benarkah Prabowo adalah dalang yang sebenarnya?

Pada malam hari tanggal 21 Mei 1998, kisah itu dimulai. Lusinan tentara bersiap siaga di sekitar Istana Merdeka Jakarta dan kediaman B.J. Habibie di pinggir kota. Habibie, kurang dari 24 jam sebelumnya telah menjadi Presiden Indonesia ketiga. Komandan dari pasukan ini adalah Letnan Jenderal Prabowo Subianto yang dikenal brutal.

Pemberontakan PRRI Ditafsirkan Kembali: Sebuah Renungan Awal Filsafat Sejarah Lokal

OLEH Dr. Saafroedin Bahar

Abstract 

In February 1958, during the tumultuous post-independence years, the Minangkabaus in West Sumatra province, who were very unhappy with the policy of the central government,  sent an ultimatum to Prime Minister Djuanda,  demanding a.o. the reinstallment of Soekarno-Hatta dual leadership, absolution of he Indonesian Communist Party,  and the resign of the Djuanda parliamentarian cabinet.

Rabu, 13 Mei 2015

Rusli Marzuki Saria: Sajak Memberiku Makna Hidup

OLEH Zelfeni Wimra

Bila diriku siuman dari pemberontakan
Tidak terkatakan sesal sebab kemalangan
Kudukung di punggung lainnya berceceran
Semua takdir kita yang punya

Rusli Marzuki Saria
Sebuah film dokumenter tentang dirinya diputar pada malam terakhir (24/03/20017) Pentas Seni VI DKSB di Teater Tertutup Taman Budaya Sumatera Barat. Penobatan tersebut memberi kabar sejuk bahwa di ranah Minang, selalu lahir sastrawan yang diperhitungkan. Setidaknya 50 tahun terakhir, kiprah kepenulisan “Papa” begitu panggilan akrab Rusli Marzuki  Saria, menjadi bagian penting pergulatan sastra Indonesia. Rentang waktu itu, telah ia dedikasikan bagi kesusastraan dengan semangat ”parewa” Minang yang sarat perjuangan.

Rusli Marzuki Saria: Maestro Sastra dari Sumatra Barat


My Imagination is a monastery and I am its monkImajinasiku adalah biara dan aku adalah biarawannya. 
Maestro Sastra Rusli Marzuki Saria

Ungkapan dari John Keats yang dikutip sang tokoh ini dalam sebuah esainya amat tepat menjelaskan proses kreatifnya sebagai seorang penyair. Memang begitulah seorang Rusli Marzuki Saria. Ia seakan ditakdirkan untuk jadi seorang penyair yang menempatkan imajinasi sebagai ranah yang amat luas untuk melahirkan karya-karya puisinya.

Minggu, 03 Mei 2015

Industri Kreatif Kebahasaan sebagai Pengenal Identitas Bangsa

OLEH Dendy Sugono
Peneliti Utama Badan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pendahuluan
Kebangkitan industri kreatif tidak terlepas dari perkembangan pasar berbagai hasil industri. Keterbukaan pasar bagi berbagai industri itu membuka peluang kreativitas olah pikir dan keterampilan untuk mencipta berbagai produk dalam upaya memasuki pasar terbuka tersebut.
Olah pikir dan keterampilan itu ditujukan pada penciptaan industri kreatif, misalnya, bidang desain, fesyen, film/video/fotografi, kuliner, teknologi informasi, musik, barang seni, arsitektur, kerajinan, penerbitan/percetakan, periklanan, permainan interaktif, seni pertunjukan, televisi, dan radio. Betapa besar potensi pengembangan industri kreatif, apalagi didukung oleh keterbukaan pasar pada tingkat nasional ataupun regional (Masyarakat Ekonomi ASEAN).