Selasa, 29 September 2015

Umar Malin Parmato, yang Cemas pada Kepunahan

Maestro Musik Gandang Botuang
OLEH Nasrul Azwar (Jurnalis)
Umar Malin Parmato bersama MC SIMFest 2015 (Foto Fadil)
Malam itu, wajah Umar Malin Parmato ceria.  Bersama anak perempuan dan 2 cucunya, keempatnya tampil dalam Sawahlunto International Music Festival (SIMFest) VI pada hari ketiga penutupan iven ini musik dunia ini, Minggu (20/9/2015) lalu.
Alat musik tradisi gandang botuang (gendang bambu) atau masyarakat umum menyebutnya talempong batuang (telempong bambu), dimainkan dengan sangat sederhana, dan nada-nada yang dimunculkan juga tak rumit.

Jumat, 11 September 2015

Teater Sumbar dalam Tiga Ideologi

OLEH Nasrul Azwar
Sekjen Aliansi Komunitas Seni Indonesia
Merumuskan arah teater Sumbar
Teater lahir dari urbanisasi tak terkecuali teater di Sumatera Barat. Teater adalah gaya hidup “orang kota” dan tumbuh dengan cara orang kota pula. Teater adalah ruang-ruang yang melangsungkan perpindahan terus menerus dari ruang yang disebut kampung menuju perkotaan, yang diusung dengan tertatih-tatih oleh orang kampung.
Perpindahan teater dari ruang-ruang bergerak dalam wujud apa saja dengan semua elemen teater menyertainya. Teater yang hadir hari ini, hasil dari persenyawaan dan menyatunya dua ruang: kampung dan kota. Keduanya disertakan dalam perjalanan setiap pertunjukan teater. Dari situ ideologi teater lahir dan terpetakan.

ORASI BUDAYA: Penyair: Ekspirasi, Hasrat, dan Capaian Langit

OLEH Yusmar Yusuf (Budayawan)
Yusmar Yusuf
penyair, memikul tugas ilahiah lewat ‘wajah” jamaliyah Tuhan (kualitas feminin). Karena penyair sadar akan penciptaan manusia, lahir dari sifat jamaliyah. Bukan jalaliyah. Apa-apa yang lahir dari imaji dan jemari penyair adalah sejumlah “keserupaan-keserupaan misteri” dari sifat Tuhan. Bukan dzat Tuhan. Posisi manusia selaku co-Creator di depan Tuhan bukan lagi hamba, tapi khalifah. Di antara makhluk-makhluk Tuhan, yang diberi toga, jubah kehormatan kekhalifahan itu hanyalah manusia. Dia menjadi wakil Tuhan di muka Bumi. Sebuah mandat langit. “Tuhan mencipta manusia dengan kedua tangan-Nya. Kedua-dua tangan itu adalah tangan kanan yang saling berlawanan,” ujar Ibn Arabi.