Senin, 30 November 2015

Sastra Indonesia Kontemporer: Membakar Tuhan dan Ibu yang Terjun ke Laut

OLEH Linda Christanty (Sastrawan)
Sebuah Pengantar
Linda Christanty 
Meski tidak pernah ditulis dalam buku-buku sejarah resmi Indonesia, hampir setengah abad yang lalu Indonesia hari ini dibangun di atas sebuah kudeta militer.
Pemimpin kudeta berdarah itu Suharto, seorang perwira Angkatan Darat. Dia dilantik menjadi presiden sesudah menggulingkan Sukarno, pejuang kemerdekaan, proklamator dan presiden pertama Indonesia. Dia lebih sopan dibanding Jenderal Pinochet yang pasukannya membunuh Presiden Allende di istana presiden di Santiago, karena dia hanya mengurung Presiden Sukarno yang sakit parah sampai mati di sebuah rumah di Jakarta.

Kamis, 19 November 2015

PENGKHIANATAN PERADABAN: 1 Ton Buku Perpustakaan Daerah Kalbar Dijual ke Pengepul Barang Bekas


Pontianak, Ribuan buku dengan berbagai judul dan berstempel Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kalbar dijual ke sebuah tempat penampungan barang bekas di Pontianak Tenggara, Minggu (15/11/2015).

Minggu, 15 November 2015

Catatan Kongres Kesenian Indonesia I 1995

OLEH Autar Abdillah
Jumpa pers KKI III 2015
Kajian terhadap kesenian (di) Indonesia, masih cukup menggantungkan diri terhadap hasil pengkajian yang dilakukan sejumlah peneliti asing --yang sebagian tidak mengalami langsung subjek pengkajian yang dilakukannya. Sebagian besar berangkat dari paradigma yang nyaris tidak mengakar pada kehidupan kesenian itu sendiri.

Rumusan dan Rekomendasi Kongres Kesenian Indonesia (KKI) 1995

Kongres Kesenian Indonesia I Tahun 1995 bertujuan untuk mengadakan tinjauan dan mencari jalan menumbuhkan kesenian, baik secara intuitif maupun melalui jalan penelitian, mengenai masalah-masalah yang pernah ataupun sedang dihadapi, serta mengenai pencapaian-pencapaian yang telah diperoleh selama 50 tahun perjalanan negara Indonesia merdeka. 

POLEMIK KKI 2015: Wawancara dengan Benny Yohanes: Saya Enggan Merespons di Media Sosial

Suasana rapat pra KKI 2014
Tak berapa lama setelah jumpa pers yang berlangsung di Direktorat Kesenian Kemendikbud, pada 2 November 2015, tentang pelaksanaan Kongres Kesenian Indonesia (KKI) III 2015 di Bandung, 1-5 Desember, segera kritikan keras muncul dari sejumlah seniman, sebagaimana terbaca di media sosial.

Bentuk (Form) Estetika Modern: Problematika Estetika Kantian dari Perspektif Estetika Analitik

OLEH Mardohar B.B. Simanjuntak

Mencari sebuah wacana yang cocok untuk mengartikulasikan estetika nusantara, tentu saja bukan pekerjaan mudah –tambah lagi, bila wacana yang dipergunakan adalah kristalisasi proses argumentasi yang berlangsung selama kurang lebih dua puluh empat abad dalam sejarah pemikiran Barat –dimulai oleh Plato dan setidaknya sampai saat ini belum “diakhiri” oleh siapapun. Mungkin yang kita butuhkan sebagai “pemanasan” adalah sebuah wacana yang relevan dengan situasi dunia kritik seni kita saat ini: sebuah wacana yang dibabtis oleh Roger Scruton sebagai pemberi “form and status to aesthetics” –bentuk dan status estetika; sebuah wacana yang publikasinya sangat signifikan dalam estetika filosofis –“[t]here has been an enormous amount of publication on Kant’s aesthetics” –klaim Paul Guyer; dan satu dari tiga kategori besar definisi seni yang digagas oleh Jerrold Levinson –sebagai “form” atau bentuk, dalam artian “the exploration and contemplation [...] for its own sake” –eksplorasi dan kontemplasi [...] untuk dirinya sendiri”. Mungkin, kita memang sebaiknya mulai dari pemikiran estetika Immanuel Kant yang memuncak dan matang dalam Kritik der Urtheilskraft-nya

Penjabaran dan Pengamalan ABS-SBK

OLEH Puti Reno Raudha Thaib
Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat
Rumah gadang terpanjang balailamo.blogspot.com
Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah sebagai pedoman hidup masyarakat Minangkabau, sepanjang sejarahnya tidak pernah digugat oleh masyarakat bahkan sangat diperlukan dalam menghadapi perubahan sosial yang begitu cepat dan kompleks di era globalisasi. Sejauh mana nilai-nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah itu telah diamalkan oleh individu dan masyarakat Minangkabau pada hari ini, diperlukan indikator dari pengamalannya. Oleh karena itu perlu penjabaran untuk memperjelas nilai-nilai yang terkandung dalam Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tersebut.

Sabtu, 14 November 2015

Sidang Rakyat Tragedi 1965

Anne-Ruth Wertheim, putri pendiri Komite Indonesia, Wim Wertheim, menyatakan Pengadilan Rakyat Internasional atas Kejahatan Kemanusiaan periode 1965 di Indonesia atau International People’s Tribunal (IPT) 1965 merupakan penantian yang telah lama didambakan dunia internasional.

Senin, 09 November 2015

Wawancara Goenawan Mohamad: Di Frankfurt Kami Sajikan Kecerdasan Baru

Goenawan Mohamad cerita panjang lebar seputar penyelenggaraan Frankfurt Book Fair 2015. Mulai dari persiapan hingga tudingan korupsi.
Goenawan Mohamad memukul meja dengan telapak tangannya. Ia tidak suka terhadap desakan anggota DPR agar anggaran Frankfurt Book Fair (FBF) sebesar Rp 147 miliar diaudit, dan itu dinilainya sebagai penghinaan. "Kalau saya mau cari uang, ngapain digaji Rp 19 juta per bulan sebagai staf ahli (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), ini menghina," katanya.

Minggu, 08 November 2015

Bunuh Diri Kelas (Beberapa Refleksi tentang Gerakan Mahasiswa)

OLEH Muhammad Al-Fayyadl
Banyak orang gundah, terutama mereka yang di luar, melihat dinamika gerakan mahasiswa di bawah rezim “Reformasi”. Sebagian gundah, melihat gerakan mahasiswa semakin sepi dari aktivis: daripada terjun ke dalam dunia gerakan yang menyita energi, mahasiswa lebih memilih hidup bersantai di kampus, atau mungkin berjualan dan berbisnis. (Bukankah itu lebih menguntungkan? Dan lebih menyejahterakan?) Sebagian gundah, melihat gerakan mahasiswa, yang dari segi kuantitas itu semakin sedikit (atau setidaknya stagnan), masih saja tercerai-berai oleh perseteruan “dalam negeri”, friksi antarteman, dan tentu saja perbedaan kepentingan. Sebagian lagi gundah, melihat gerakan mahasiswa yang semakin tidak jelas tujuannya. Lihat saja, berapa gerakan mahasiswa yang masih konsisten dengan misi awalnya memberdayakan kemampuan intelektual mahasiswa dan mengasah kepekaan mereka pada realitas sosial? Sebagai bandingan (yang tentu saja tidak sebanding), lihat juga, berapa gerakan mahasiswa yang semakin mendekat pada pusat-pusat kekuasaan, tempat-tempat modal dan kucuran dana mengalir dengan derasnya?

Jumat, 06 November 2015

Jelang KKI III: Kesenian, Negara, dan Kongres Kesenian

OLEH Ahda Imran (Sastrawan)

Menelaah kebudayaan adalah berperkara dengan kuasa perubahan. Kuasa yang membawa perkembangan kebudayaan ke dalam berbagai fenomena yang tak pernah diduga sebelumnya. Menakjubkan sekaligus mendebarkan. Disokong oleh ‘revolusi’ teknologi komunikasi-informasi, kuasa perubahan kian mendesakkan beragam pemikiran yang mengkritisi segala ihwal yang selama ini kukuh dipercayai. Sebagai ruang yang paling progresif merepresentasikan watak kebudayaan, kesenian niscaya tak bisa menyangkal kuasa tersebut. Kuasa yang membawa kesenian ke dalam perkembangan berikutnya; baik sebagai  fenomena seni atau fenomena kehadirannya di tengah publik.  

Pesisir Selatan Antara Kemurahan Alam dan Ancaman Bencana

OLEH Raudal Tanjung Banua
Sastrawan dan anggota IKPS-DIY
Polres Pesisir Selatan gelar operasi kemanusiaan dalam rangka penanggulangan bencana
Posisi Kabupaten Pesisir Selatan di tepian Samudera Indonesia serta berada di Lempeng Eurasia, berisiko besar dalam gempa bumi dan tsunami. Tapi alih-alih sebagai ancaman, bencana perlu dimaknai sebagai resiko bersama yang mesti dihadapi dengan kearifan dan keselamatan. Karena itu berbagai upaya terkait dengan mitigasi bencana mesti dilakukan secara sinergis dan menyeluruh.

Kamis, 05 November 2015

Lembaga Pendidikan Gagal Menanamkan Orientasi Pendidikan

OLEH Mayonal Putra
Staf Pengajar LPGM-Padang dan Anggota LPPI Sumatera Barat
Sekolahlah tinggi-tinggi, kelak kau akan kaya, akan mendapatkan pekerjaan yang hebat, akan melepaskan keluargamu dari jeritan kemiskinan, akan…” Pesan seorang ayah kepada anaknya.
Apa jadinya, kalau pemahaman tentang kebergunaan pendidikan itu hanyalah mendapatkan pekerjaan dengan upah layak. Tidak sedikit orangtua, menjadikan orientasi masuk sekolah/perguruan tinggi tetentu, bagi anak-anaknya, mengharapkan kelak si anak dapat pekerjaan yang mampu mendongkrak stratafikasi sosial keluarga. Orientasi pendidikan yang pragmatis ini, akan cenderung menghasilkan individu-individu yang pragmatis pula, dikemudian hari.

Politisasi Pendidikan

OLEH Israr Iskandar
Pengajar Sejarah Politik FIB Universitas Andalas Padang
Tulisan Nora Eka Putri “Dunia Pendidikan, Kejujuran yang Kian Langka” tak hanya mengonfirmasikan karut marut dunia pendidikan, tapi juga dampak sistemiknya terhadap sistem nilai  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (baca: link ini). Republik ini kian terjebak dalam siklus ketidakjujuran.

Kejujuran yang Kian Langka dalam Dunia Pendidikan

OLEH Nora Eka Putri

Dosen Fakultas Ilmu Sosial UNP

Pendidikan, tidak saja mengajarkan keilmuan akan tetapi juga sikap dan tingkah laku, sehingga sering kita dengar dalam pepatah usang maupun kiasan kontemporer bahwa orang yang berilmu adalah orang yang jujur dan menjadi teladan bagi orang lain.

Memajukan Pendidikan Pamong

OLEH Djohermansyah Djohan 
Penulis Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan
Ketersediaan sumber daya aparatur negara atau biasanya disebut sebagai pamong yang menguasai bidang pekerjaannya secara profesional, baik yang hadir secara otodidak maupun melalui lembaga pendidikan pamong, merupakan salah satu kekuatan bagi terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik.

Sisi Lain dalam Buku Al Fathun Nawa

OLEH  Salma, M. Ag, Ph. D
Dosen Pada Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Peluncuran buku Al Fathun Nawa

Allah SWT sangat menghargai orang-orang yang berilmu sehingga Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Seruan untuk menuntut ilmu ini dinyatakan oleh Allah dalam banyak ayat, misalnya dalam surat al-Mujadalah ayat 11 dengan makna:”Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu:”Berlapang-lapanglah dalam majlis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Corak Penafsiran dalam Buku Al-Fathun Nawa

OLEH Prof Dr Yaswirman, MA
Dalam dunia perkembangan ilmu tafsir, ada beberapa corak yang sudah dikembangkan, mulai dari masa klasik sampai masa kontemporer. Tujuan penafsiran ini tidak lain adalah agar umat Islam mudah memahami pesan-pesan yang terkandung di dalam Alquran’ lagi pula bahasa Alquran tidak bisa hanya dipahami dari kaidah-kaidah bahasa Arab, karena uslub  (bentuk kata) dalam Alquran sangat tinggi. Misalnya kalimat “wa jaadilhum billati hiya ahsan”. Kalau dalam gramatika bahasa Arab, seharusnya diungkapkan dengan kalimat “wa jaadilhum billati hiya husna” karena hiya menunjukkan kata mu’annats dan tentunya kata sesudahnya juga mu’annats, yaitu husna, tetapi Allah mengungkapkan dengan kata ahsan, dalam bentuk isn tafdhil mudzakkar.

Rabu, 04 November 2015

M'sia Mengecewakan di Frankfurt

OLEH Pauline Fan
“Di udara dingin mengaum sejarah…” kata-kata penyair Indonesia Sitor Situmorang seolah bergema di sanubariku ketika saya menjejaki Frankfurt, kota kelahiran penyair Jerman agung Johann Wolfgang von Goethe.
Angin musim gugur lembut bertiupan, daun-daun emas kemerahan berserakan di lorong dan taman, membuat fikiran saya melayang dan merenung tokoh sastera dan sejarah yang berasal dari kota ini.