Rabu, 15 Maret 2017

Menanti Generasi Emas Minangkabau Gelombang Kedua

OLEH Sondri Datuak Kayo (Budayawan)
Sondri Datuak Kayo
Membaca tulisan liputan khusus Kompas tanggal 7 Maret 2017 yang berjudul “Minangkabau, “Rumah” Para Pendiri Bangsa” menimbulkan keharuan dan kebanggaan tersendiri di hati saya sebagai generasi Minangkabau terkini. Pada pembukaan ulasan tersebut dinyatakan bahwa: Sumatera Barat menjadi rumah yang asri bagi tumbuhnya ide-ide kebangsaan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dari bumi Minangkabau lahir banyak tokoh dengan ide kebangkitan nasional yang acapkali tak hanya radikal, baru, dan mencerahkan, tetapi juga penuh sintesis akan berbagai pandangan kosmopolit pada eranya.

Jumat, 03 Maret 2017

Syair Berkumandang di Sela “Orang-orangan”

PETANG PUISI KUBU GADANG RIANG GEMBIRA
OLEH Nasrul Azwar (Sekjen AKSI)

jangan ucap apa-apa
kalau hanya berarti selamat malam

lalu diantarkan kita ke berbagai persoalan
tahun-tahun hanyut. seperti almanak terus dibuang
lengkap sudah kecemasan berdiam di antara belah dada
kita saling meraba peristiwa yang tak terjahit
amboi! masih perlukah sesengguk tangis
ketika warna-warna telah mengabur
dan kita tak diajarkan cara memilih
...
  
Suara penyair Iyut Fitra membahana di tengah-tengah hamparan sawah yang sudah diiriak. Tanah sawah itu masih lembab dan berair. Sebagian padi tampak menguning siap disabit tak lama lagi di sekelilingnya. Ini mungkin pertama kali di Sumatera Barat pembacaan puisi dilakukan di tengah sawah. Kiri-kanan panggung yang diselimut jerami, 50 “orang-orangan” terpancang bernilai artistik.