Rabu, 07 Juni 2017

Penyamaan Persepsi atas Makna ABSSBK dalam Hukum Adat Minangkabau

OLEH Bachtiar Abna, SH.MH. Dt. Rajo Suleman

A.    Lahirnya Pepatah Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK)
Menurut Prof. Dr. Hamka Dt. Indomo, dalam bukunya: Islam dan Adat Minangkabau, Minangkabau sudah pernah menempuh zaman kebesaran dan kejaaan semasa 500 atau 600 tahun yang lalu, tidaklah dapat dipungkiri lagi. Dalam tahun 1286 Baginda Maharaja Kertanegara mengirimkan patung Budha ke Minangkabau sebagai tanda perhubungannya dengan raja-raja keturunan Jawa itu. 

Minggu, 04 Juni 2017

Bung Hatta–Sjafruddin dan PDRI

OLEH H. Kamardi Rais Dt. P. Simulie (Ketua Umum LKAAM Sumbar)
Pada hari ini, 98 tahun yang silam, persisnya, tanggal 12 Agustus 1902, lahirlah seorang putra bangsa di Bukittinggi, Minangkabau. Putra itu adalah Dr. H. Mohammad Hatta yang kita kenal sebagai Proklamator Kemerdekaan RI, Wakil Presiden pertama, Perdana Menteri RI dan Perdana Menteri RIS 1949/1950.

Barangkali tidak perlu dijelaskan lagi bahwa tokoh Proklamator Kemerdekaan RI ini seorang tokoh teladan, jujur, lurus, disiplin, sederhana, taat beragama dan tokoh politik dan ekonom yang merakyat.

Kepedulian Pemerintah dalam Pelestarian Sejarah Perjuangan Bangsa

OLEH Nurmatias (Peneliti)

Prolog
Sebelum kita kupas peran pemerintah dalam pelestarian sejarah Perjuangan bangsa terutama Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) akan lebih baik kita memaknai kondisi pelestarian nilai sejarah pada saat ini.
Pemerintah pusat sudah memberikan legalitas formal tentang peran perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia dengan ditetapkan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara.