Rabu, 25 November 2020

“Global Paradox”, Salapiak Lain Rasian-nya Anak Bangsa


OLEH
Agus Taher (Budayawan)

Pak Agus, makin hari, makin tapikia dek ambo isi buku Global Paradox. Makin lamo, makin taraso, kito salapiak lain rasian. Gamawan Fauzi

 











Itu isi WhatsA
pp (WA) Pak Gamawan Fauzi (GF) pada saya, tanggal 1 Februari 2019. Memang, sejak Januari 2017, kami saling berbincang, mulai dari aspek musik, ranah Minang, hingga politik. Saya betul-betul menikmati WA ria ini, karena Pak GF saya posisikan sebagai guru untuk mengasah naluri politik saya dalam mencermati kehidupan berbangsa. Dan tulisan ini, merupakan cuplikan WA saya pada mantan Mendagri sipil pertama ini.

Senin, 23 November 2020

Nedi Gampo, “Manggampokan” Sejarah Musik Minang Kocak

OLEH Nasrul Azwar dan Rahmat Irfan Denas (Jurnalis)

 

Oi Jawinar.., Jawi Jawi

Ondeh Jawinar oi

Tajadi juo apo nan Den takuikkan

Dulu kau cinto, kini kau tak ajan

Aden bacampaan


Malam minggu ka patang ko

Aden apel ka rumah kau

Hei jan kan pintu, pintu nan ka dibukak

Tapi Abak kau tagak macik palakak

Langkah Den baserak

 

Lirik bergenre kocak itu bagian penggalan lagu berjudul “Jawinar” salah satu dari ratusan lagu yang diciptakan sekaligus dinyanyikan Nedi Gampo, yang cukup populer di era tahun 90-an. Lagu ini cukup kocak dibawakan Nedi Gampo.  

Sebelum Nedi Gampoi, seniman musik Minang dengan aliran genre jenaka dan lucu ialah Syamsi Hasan. Bedanya, Syamsi Hasan semata menyanyi sedangkan Nedi Gampo penyanyi sekaligus pencipta, dan komposer atau piñata lagu.

Seniman musik Minangkabau ini—bernama asli Nedi Erman—bagi pengamat musik menyebutnya sebagai penyanyi kocak dan jenaka Minangkabau. Penamaan ini sepertinya disesuaikan dengan lirik-lirik lagu Nedi Gampo yang memang cenderung mengocok perut pendengar.