Tampilkan postingan dengan label RUANG SONDRI BS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUANG SONDRI BS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Agustus 2017

Paham dan Ideologi Orang Minang

OLEH Sondri BS (Budayawan)
Apakah sesungguhnya ideologi orang Minang? Sampai sekarang orang Minang dapat digambarkan sebagai orang-orang yang dinamis dari cara berpikir. Orang-orang Minang mudah beradaptasi dengan perubahan dan hal-hal yang bersifat pembaharuan. Namun di sisi lain ada juga  orang Minang menunjukan sikap konservatif terhadap perubahan dan hal-hal baru yang datang. Elastisitas berpikir orang Minang menjadi ruang bagi tumbuhnya berbagai paham dan ideologi.

Selasa, 15 Agustus 2017

Problem Eksistensi Lelaki Minangkabau

OLEH Sondri BS (Budayawan)
Pengakuan terhadap keberadaan individu di tengah lingkungan sosial dalam berbagai lingkupnya menjadi penting bagi manusia. Manusia yang mengalami krisis identitas dan eksistensi karena serangan atau tekanan dari pihak lain akan menunjukan gejala-gejala tidak percaya diri, lalu berusaha menunjukkan keberadaannya dalam bentuk simbol-simbol tradisi dan romantisme kejayaan di masa lalu.  

Rabu, 31 Mei 2017

Realitas Nagari sebagai Akar Orang Minagkabau

OLEH Sondri Datuak Kayo (Budayawan)
Nagari merupakan tempat yang paling menyenangkan dalam memori seorang Minang, namun kadangkala menjadi tempat yang tidak mengenakkan juga. Antara keinginan pergi merantau dan keinginan pulang ke kampung adalah dua rasa yang bertolak belakang dalam jiwa seorang Minang. Perasaan ini sering dituangkan dalam syair-syair lagu dan dendang serta pepatah orang Minang. Sepertinya sedikit jalan untuk menjadi besar di kampung halaman. Kalau ingin mencari tuah dan kejayaan mesti merantau dulu. Seperti pepatah yang sudah sangat hafal bagi seluruh orang Minang “karatau madang di ulu, babuah babungo balun, marantau bujang daulu, di kampuang paguno balun”. Ketika di rantau kampung halaman terasa ‘memanggil-manggil’.

Tokoh Minang untuk Indonesia

OLEH Sondri Datuak Kayo (Budayawan)
Tak terlihatnya lagi orang Minang yang menjadi elite politik level satu telah menjadi kerisauan tokoh-tokoh yang berasal atau berdarahkan Minang. Peran level satu dapat kita tafsirkan sebagai tokoh yang mewarnai kepemimpinan nasional baik sebagai pimpinan partai politik, pimpinan-pimpinan lembaga tinggi negara seperti presiden dan wakil presiden, DPR dan MPR yang merupakan muara dari ketokohan politik seseorang. Selain menduduki jabatan pada lembaga-lembaga strategis negara, elite politik level satu ini bisa juga sebagai negarawan dan tokoh yang memiliki karisma dan pengaruh politik yang luas.

Jumat, 05 Mei 2017

Demokrasi Liberal Versus ‘Demokrasi Minangkabau’


OLEH Sondri (Ketua Badan Pelaksana Jaringan Masyarakat Pegiat Demokrasi (Jampers Indonesia)
Perkembangan demokrasi di Indonesia pasca reformasi 1998 di satu sisi merupakan hal yang menggembirakan, namun di sisi lain merupakan tantangan besar bagi seluruh elemen bangsa dalam menata arah bangsa Indonesia selanjutnya. Sistem demokrasi yang saat ini dijalankan oleh bangsa Indonesia mestinya bertujuan untuk mewujudkan adanya kesamaan dan kesetaraan hak dan kewajiban serta terwujudnya kesejahteraan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun banyak persoalan yang terjadi, seperti maraknya korupsi, belum adanya pemerataan kesempatan dan kesejahteraan serta masih lambatnya pemerataan pembangunan dalam berbagai bidang telah menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang tentang tujuan dari kehidupan berdemokrasi di Indonesia kini.

Selasa, 04 April 2017

Siapakah Ulama Besar dan Karismatik di Minangkabau Kini?

OLEH Sondri Datuak Kayo (Budayawan) 
Permasalahan yang mengkhawatirkan kita saat ini adalah terjadinya kemunduran kualitas manusia Minangkabau. Kemunduran dan melemahnya kualitas manusia-manusia Minangkabau tidak dapat dilepaskan dari merosotnya peran institusi-institusi tradisional dan agama sebagai fondasi pembentukan karakter.
Surau adalah salah satu di antara beberapa instrument penting bagi pembentukan watak manusia Minangkabau pada masa lalu. Surau-surau yang identik  dengan ulama-ulama besar dan kharismatik atau setidaknya dihormati oleh anak nagari kini telah berganti dengan TPA-TPA yang hanya mengajarkan teknis membaca alquran dan sedikit menulis huruf Arab.  

Bergulat di Perantauan

OLEH Sondri BS Datuak Kayo (Budayawan)
Orang Minang dalam tradisinya dibesarkan dan dididik dalam lingkungan sosial dengan masyarakat yang suka memberi penilaian terhadap hidup orang lain. Hidup di Minangkabau penuh “cemeeh” atau saling sindir dan kias yang dapat memerahkan telinga.

Rabu, 15 Maret 2017

Menanti Generasi Emas Minangkabau Gelombang Kedua

OLEH Sondri Datuak Kayo (Budayawan)
Sondri Datuak Kayo
Membaca tulisan liputan khusus Kompas tanggal 7 Maret 2017 yang berjudul “Minangkabau, “Rumah” Para Pendiri Bangsa” menimbulkan keharuan dan kebanggaan tersendiri di hati saya sebagai generasi Minangkabau terkini. Pada pembukaan ulasan tersebut dinyatakan bahwa: Sumatera Barat menjadi rumah yang asri bagi tumbuhnya ide-ide kebangsaan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dari bumi Minangkabau lahir banyak tokoh dengan ide kebangkitan nasional yang acapkali tak hanya radikal, baru, dan mencerahkan, tetapi juga penuh sintesis akan berbagai pandangan kosmopolit pada eranya.