Son: Batu Akik adalah Kehidupan Saya

Son Gemestone, pengrajin batu akik
Namanya tiga huruf saja: Son. Ia datang dari Indra Puro, Pesisir Selatan, Sumatera Barat,  ikut dalam Festival Batu Akik Kemilau Minangkabau 2014 di Mercure Hotel Padang yang digelar selama tiga hari 19-21 Desember 2014.
Son mendapatkan stand B khusus untuk pedagang batu akik. Ia mengaku mendaftar ke panitia menjelang tutup registrasi pendaftaran.
“Saya baru dapat informasi dari seorang teman di atas mobil travel saat saya ada keperluan lain ke Padang. Sesampai di Padang, saya langsung daftar untuk ambil stand,” kata Son dengan bahasa Minang dialek Jawa saat bincang-bincang dengan mantagibaru.com, Minggu (21/12/2014) menjelang pengumuman pemenang kontes batu akik yang digelar dalam Festival Kemilau Minangkabau ini.

Kisah di Balik Pembatalan Film “Senyap” di Bioskop Karya Padang

David Darmadi
Napas terengah-engah. Belum begitu stabil parkir motornya, ia langsung menunjukkan lembaran kertas yang ia bawa dari Kantor Polresta Padang kepada khalayak penonton, yang menunggunya sejak pagi, Rabu (24/12/2014) sekitar pukul 11. 10 WIB.
Ia menyibakkan rambut yang menutup matanya. Lalu... “Ini UU No 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Pasal 80 menjadi alasan pihak aparat polisi melarang  pemutaran film “Senyap”. Saya dan pengurus Cinemama Studies minta maaf yang sebesarnya karena tak bisa memutarkan film ini kendati persiapan telah kita lakukan jauh-jauh hari,” kata sosok lelaki yang bernama David Darmadi. Ia didampingi Muhaimin Nurrizqy, salah seorang pengurus Cinemama Studies saat menyampaian berita “duka” itu.  

Dilarang Polisi, Film “Senyap” Gagal Diputar di Bioskop Karya Padang

CINEMAMA STUDIES KECEWA

Penonton yang kecewa karena pembatalan "Senyap" di Bioskop Karya Padang
Gala premiere “Senyap” (The Look Of Silence) karya sutradara Joshua Oppenheimer di Studio 1 Bioskop Karya Padang, Rabu (24/12/2014), yang dihelat Cinemama Studies, gagal ditayangkan karena dinilai aparat polisi bertentangan dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman.
Ratusan calon penonton yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum yang sudah memadati halaman bioskop ini sejak pagi kecewa karena pihak Polresta Padang tidak memberikan izin pemutaran di ruang publik. Jajaran Polresta Padang menilai, bioskop Karya Padang merupakan ruang publik dan semua film yang diputar harus melewati Lembaga Sensor Film (LSF).   

Pemda Harus Dukung Sanggar Kegiatan Belajar

MANTAGIBARU, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) Kemendikbud berharap agar kepala daerah tidak menelantarkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), termasuk aset-asetnya. Sebab, lembaga tersebut memiliki peran yang sangat vital dalam mendidik masyarakat.

Buku Kurikulum 2013 Diselesaikan Sampai Akhir Desember 2014

MANTAGIBARU, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meminta kepada para gubernur/bupati/walikota untuk mengkoordinasikan penyelesaian penyediaan buku Kurikulum 2013 semester I dan semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 hingga akhir Desember 2014. Hal tersebut tertuang melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor : 179372/MPK/KR/2014 tentang Penyediaan Buku Kurikulum 2013.

Kemendikbud dan Perpusnas Teken MoU Pengelolaan Informasi dan Pengetahuan Budaya Indonesia

MANTAGIBARU, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud menandatanganani Nota Kesepahaman dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terkait Pengelolaan Informasi dan Pengetahuan Budaya Indonesia. Ruang lingkup Nota Kesepahaman antara lain pengembangan dan pemanfaatan bersama informasi dan pengetahuan budaya bermuatan lokal baik cetak maupun elektronik, dan pengembangan sumber daya manusia, koleksi, dan sistem informasi.

Eksplorasi Tak Pernah Mati

CATATAN PEMENTASAN “HANACARAKA (ADA UTUSAN)”
OLEH Nasrul Azwar

SAYA sangat terkesan setiap menonton seni pertunjukan (tari dan teater) dengan sapuan modernisasi dan memberi “label” berbasis tradisi. Seiring dengan itu, saya teringat dengan tulisan Eugenio Barba yang berjudul Anatomie de L’ Acteur (1985) yang diterjemahkan Yudiaryani ke dalam bahasa Indonesia.
Anatomi penari atau pun aktor dalam teater ketika berada di atas panggung bagi saya adalah “teks”. Tubuh-tubuh yang mentransfomasikan teks dan simbol kepada penontonnya. Jika ini tak berjalan, pertunjukan bisa disebut gagal mengomunikasikan dirinya dengan audiens.

Minangkabau dalam Sejarah dan Tambo

OLEH Puti Reno Raudha Thaib
Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat

Ada 3 hal yang perlu dipahami terlebih dahulu sebelum memasuki lebih jauh untuk memahami tentang Minangkabau; pertama, Pengertian tentang kata Minangkabau, Minangkabau sebagai sebuah budaya, sebuah suku bangsa, suatu kawasan, dan sebuah bahasa, kedua tentang asal kata Minangkabau, ketiga tentang asal usul manusia Minangkabau.

Asal Kata dan Makna Kata Minangkabau Menurut Tambo

OLEH Puti Reno Raudha Thaib
Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat
Ada lagi asal kata Minangkabau itu dari kata; Manang Kabau. Maksudnya menang dalam adu kerbau. Antara kerbau orang Minang dengan kerbau tentara Majapahit.

Kaba Mamak si Hetong

Ditulis Kembali Oleh Anas Nafis
(Bagian 1)
TATKALO mulo-mulonyo - alun ba Sunua Kurai Taji  - alun ba Tiku Pariaman - alun ba Sintuak Lubuak Aluang - bumi ka tahantam turun - langik ka tasentak naiak -  lauik salaweh daun marunggai - dunie salaweh tapak kudo - buruang batolan-tolanan - dagang babondong-bondongan.

Pejabat Publik Bak Urang Sumando

OLEH al Malik
Idiom Minangkabau nasib rang sumando sarupo abu di ateh tungku cukup relevan dianalogikan dengan keberadaan para pejabat publik di  dalam era otonomi daerah. Pejabat publik diibaratkan “urang sumando” yang masuk ke dalam kelompok elit dalam pemerintahan. Sebagai “urang sumando” sebelumnya tentu saja mesti mendapatkan legitimasi dan “penguasa rumah”, yang notabene merupakan kepala daerah. Sebagai “urang datang” seorang “sumando” haruslah pintar-pintar menempatkan diri dan pandai membaca situasi yang berkembang.
Rapuhnya eksistensi seorang pejabat publik dalam tatanan birokrasi pemerintahan daerah dewasa ini, merupakan dampak dari lemahnya regulasi bidang kepegawaian daerah. Selain itu, belum jelas pula sistem penjenjangan karier bagi seorang pejabat publik.

Dialektika Demokrasi dan Budaya Minangkabau

OLEH Israr Iskandar
Dosen Sejarah Politik FIB Universitas Andalas

Sebagaimana di daerah-daerah lain di Indonesia, genderang demokrasi lokal juga mengharu-biru Sumatera Barat tahun ini dalam bentuk pemilihan umum kepala daerah (pemilukada/pilkada).  Pada 30 Juni 2010 lalu berlangsung secara serentak pilkada gubernur dan 13 pilkada kabupaten dan kota se Sumatra Barat.

La Paloma: Generasi Keroncong Sumatera Barat

OLEH Sahrul N
Pengajar ISI Padang Panjang

Alunan musik keroncong terdengar dari sudut kampus ISI Padangpanjang yang dimainkan oleh sekitar delapan generasi muda yang rata-rata berpenampilan metal. Sambil menghirup kopi mereka asyik berlatih mematangkan beberapa repertoar yang kata mereka dipersiapkan untuk ivent tertentu. Mereka menamakan grup ini dengan nama Orkes Keroncong (OK) La Paloma yang awalnya dipimpin oleh Alm. Desriland (mantan dosen ISI Padangpanjang). Mereka bukan datang dari Jawa namun adalah generasi Sumatera Barat yang peduli terhadap budaya Indonesia. 

Mambangkik Batang Tarandam Perkeretaapian Sumatera Barat

OLEH Willson Gustiawan
Dosen Politeknik Negeri Universitas Andalas Padang
Kereta api wisata di Sumbar
Suara tut…tut…tut, sinyal nyala, serangkaian kereta siap masuk stasiun. Setelah melewati ampang-ampang perlintasan sebidang. Lokomotif bergerak di rel bergigi, melambat untuk beristirahat sejenak. Lalu siap melanjutkan perjalanan melewati kawasan berpemandangan elok di Sumatera Barat.
Kereta api Sumatera Barat, pada masa jayanya melayani penumpang dan barang di berbagai rute. Kereta api melayani relasi Payakumbuh sampai Padang, Sawahlunto sampai Teluk Bayur Padang. Ujung rel di Sungai Limau dan Limbanang juga pernah dilewati. Bahkan jalur sampai ke Pekanbaru melalui Muaro. Total, jalur kereta api di Sumatera Barat mencapai 240 km.

Salah Urus, Penanganan Tindak Asusila di Kota Padang

OLEH Muhammad Al Asyhari
Sekjen Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Barat (PAHAM Sumbar)
Masih cukup hangat dalam ingatan kita bagaimana berita tentang kejadian terbongkarnya praktik penari telanjang (striptease) di sebuah cafe di Kota Padang (26/9). Hal ini jelas menjadi sesuatu yang sangat merusak nilai susila yang ada di dalam kehidupan masyarakat kita, dan sangat membuat keprihatinan bagi setiap masyarakat yang masih peduli dengan Kota Padang yang selama ini ber-merk filsafat adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Meningkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana di Sumatera Barat

OLEH  Badrul Mustafa
Ahli Kegempaan Unand
Akibab gempa 2009 di Padang Pariaman 
Bencana demi bencana tidak lepas menimpa daerah Sumatera Barat.  Setelah reda dari gempa dan tsunami yang terakhir menimpa Mentawai 25 Oktober 2010, longsor menghantam beberapa wilayah di Sumatera Barat, terutama Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Agam. Memang agak tepat julukan yang pernah diberikan kepada wilayah ini, yakni: supermarket bencana.

PETANI BERGERAK: Galang Kekuatan untuk Menggapai Kesejahteraan

OLEH Moehar Daniel
Peneliti Sosial Ekonomi/Kebijakan Pembanguan Pertanian BPTP Sumatera Barat

Pertanian Bergerak
Satu langkah maju sudah dimulai. Petani kakao Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh telah berhimpun mendirikan sebuah lembaga untuk memayungi petani lainnya. Kenyataan ini perlu diacungkan jempol dan dibantu secara serius, agar pucuk yang baru tumbuh ini bisa berkembang dan mengembangkan sayap keseluruh Nusantara demi kesejahteraan petani.
Petani selalu berjuang untuk manusia lainnya, tetapi mereka sering tidak menerima imbalan yang setimpal. Mereka tidak mengharapkan penghargaan, tidak mengharapkan sanjungan ataupun pujian yang muluk-muluk. Yang diharapkan petani hanyalah perolehan pendapatan yang memadai dari hasil cucur keringat, untuk menupang kehidupan yang semakin keras dan semakin tidak punya nurani.

Perjuangkan Nagari Bersifat Istimewa

OLEH M Sayuti Datuak Rajo Pangulu
Ketua Umum Pucuk Pimpinan LKAAM Sumbar

Nagari Pariangan
Menanggapi pendapat yang dikemukakan Hermanto, anggota Komisi II DPR-RI (periode 2009-2014) yang menyatakan Revisi UU No.32/2004 berpotensi rugikan Sumbar. Apa yang dikatakan Hermanto ada benarnya bila pembangunan nagari selalu diukur dengan uang. Kembali ke sistem pemerintahan nagari baik di kabupaten maupun di kota merupakan amanat dari Peraturan Daeran No 2 Tahun 2006 Tentang Ketentuan Pokok Pemerintahan Nagari.

Merayakan Kembali Berdesa

OLEH Undri
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang)
Apa untungnya kalau kita kembali berdesa lagi seperti yang terjadi pada masa Orde Baru? Apa hanya sekadar mengharapkan bantuan yang besar atau hanya sebagai bukti atas sikap kita yang kompromitif atas kebijakan pusat atau lebih jauh lagi karena adanya bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang konsekuensinya harus menerima kebijakan pusat tersebut.
Kerontokan kekuatan tradisional merupakan sebuah bentuk konsekuensi yang diterima oleh masyarakat Minangkabau akibat terjadinya perubahan nagari menjadi desa yang terjadi pada Orde Baru tersebut. Ini merupakan fakta historis yang tidak terbantahkan sampai sekarang ini.

Keberadaan PLTA Singkarak Diduga Berdampak pada Kualitas Ekosistem Danau Singkarak

PLTA Singkarak


Bila berkunjung ke Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tidak lah lengkap rasanya kalau belum menikmati ikan bilih.
Ikan bilih paling dicari masyarakat ketika mengunjungi Danau Singkarak, karena terasa gurih bila telah dimasak. Ikan bilih juga bisa dapat dikeringkan dan diasinkan sehingga awet untuk waktu yang lama.

Endemik Ikan Bilih Danau Singkarak Terancam Punah

OLEH Dahmuri
KAUR Ekonomi Pemerintahan Nagari Guguk Malalo, Singkarak, Tanah Datar

Alat tangkap ikan bilih (Jala Apung) Foto http://www.mongabay.co.id/
Beberapa hari terakhir, Harian Haluan mengangkat keberadaan, potensi ikan bilih Danau Singkarak, dan ancaman masuknya ikan sejenis hasil budi daya nelayan di Danau Toba ke Sumatera Barat. Selain itu, ikan bilih yang dibudidayakan di Danau Toba dan masuk ke Sumatera Barat ditengarai diawetkan dengan zat kimia formalin.

Derita Permanen Petani Gambir

OLEH Ari Febrianto
Anak Petani Gambir
Petani gambir (kotoalam.wordpress.com)
Keadaan petani gambir menjadi semakin  tidak menentu, hidup di daerah penghasil terbesar gambir, komoditas ekspor, tapi harganya sayur. Petani berharap dengan janji toke yang mengatakan harga gambir akan segera naik, tapi kenyataannya sekarang harga komuditas ekspor itu semakin menurun tajam jauh di bawah rata-rata.
Lagi-lagi orang membayangkan enaknya menjadi petani gambir, padahal jika dilihat dengan situasi dan kemurungan petani ditengah kegalauan harga gambir yang tidak menentu, bisa saja dibilang petani gambir adalah petani termiskin diantara petani komuditas ekspor lain, betapa tidak, dengan harga yang sedemikian rendahnya tidak menutup kemungkinan petani mempunyai hutang yang jauh lebih besar dari penghasilan perbulannya, apakah ini yang disebut petani sejahtera?

Penganugerahan DR HC dan Etika Perguruan Tinggi

OLEH Wannofri Samry
Dosen FIB Unand
Gamawan Fauzi dapat Doktor HC dari UNP (Antara Foto)
Sejarah menunjukkan bahwa perguruan tinggi adalah sumber  perubahan. Ia adalah lembaga akademis yang tertinggi, ia dipandang sebagai  sumber dari pengembangan ilmu, sumber etika dan sumber peradaban. Nilai-nilai peradaban yang baik diharapkan lahir dari perguruan  tinggi.
Bagi masyarakat moderen, pencapaian-pencapaian perguruan tinggi dipandang sebagai acuan kemajuan, ia akan diikuti dan akan diimplemantasikan dalam kehiduapan  mereka. 

Pro-Kontra Pemekaran Nagari Era Otoda Kembali ke Nagari

(Bagian 5 dari 5 tulisan-Habis) OLEH   Yulizal Yunus Datuak Rajo Bagindo Dari perspektif nagari di Minangkabau dan sistem pemerintahann...