Sabtu, 24 Januari 2015

Prospek Cerah, Target Pariwisata 2015 Ditetapkan Sebesar 10 Juta Wisman

mantagibaru.com—Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menggelar Jumpa Pers Akhir Tahun 2014 di Lobby Lantai II Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa (23/12). Menpar didampingi Sekjen Kemenpar Ukus Kuswara dan para pejabat Eselon 1 di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta ketua asosiasi pariwisata dan ekonomi kreatif memberikan penjelasan umum tentang kinerja kementerian selama satu tahun terakhir. 

Menpar Arief Yahya menjelaskan capaian angka sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun 2014 sebesar 9,3 juta wisman. Perkembangan kunjungan wisman pada periode Januari hingga Oktober sebesar 7.755.616 wisman. Adapun capaian wisman pada Oktober 2014 sebanyak 808.767 wisman atau tumbuh 12,34% dan apabila capaian pada bulan November dan Desember 2014 signifikan, maka target akhir tahun ini optimis tercapai. Sedangkan jumlah  perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2014 sebanyak 251 juta perjalanan.
Menpar menjelaskan capaian pariwisata di bidang ekonomi pada tahun 2014 antara lain; kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 4,01 %; devisa yang dihasilkan oleh pariwisata sebesar US$ 10,69 miliar, jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata sebanyak 10,3 juta orang, dan daya saing pariwisata Indonesia tahun 2013 berada di ranking 70 dunia menurut  World Economic Forum (WEF).
Arief memaparkan kondisi pariwisata Indonesia pada 2014 cukup cerah, untuk ini Kemenpar menetapkan tahun 2015 yakni ; jumlah kunjungan wisman sebesar 10 juta atau tumbuh sekitar 7-8%, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 254 juta,  perolehan devisa sebesar US$ 12,05 miliar dan pengeluaran wisnus Rp 201,5 triliun, serta jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata sebanyak 11,3 juta orang.
 “Capaian pariwisata 2014 menjadi pijakan dalam menetapkan target 2019 yang besarnya dua kali kipat,” kata Arief, seraya menyebutkan secara makro target 2019 kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 8%, devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun, serta menciptakan 13 juta lapangan kerja. Selain itu target kunjungan wisman meningkat menjadi 20 juta wisman dan wisnus naik menjadi 275 juta, serta daya saing pariwisata Indonesia akan meningkat berada di ranking 30 besar dunia.
Arief Yahya juga melaporkan perkembangan kinerja sektor ekonomi kreatif 2014.  Capaian angka ekonomi kreatif (ekraf) 2014 akan menjadi pijakan dalam menetapkan target 2019. Secara makro capaian ekraf tahun 2014 antara lain; kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 7%, menyerap tenaga kerja sebanyak 12 juta orang, dan kontribusi terhadap ekspor nasional sebesar 5,8%. Sementara secara mikro target daya saing global (global innovation index) ekraf tahun 2019 berada di ranking #87 dari 143 dunia, produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 56 juta per orang/tahun, dan knowledge worker score 7,4 (skor 0 – 100).
Sementara target ekraf tahun 2019 telah ditetapkan; kontribusi terhadap PDB nasional akan meningkat menjadi 12%, menyerap tenaga kerja sebanyak 13 juta orang, kontribusi terhadap ekspor nasional sebesar 10%, daya saing global (global innovation index) naik di rangking #40 dunia, produktivitas tenaga kerja sebesar Rp100 juta/tahun, dan knowledge worker score 47 (skor 0 – 100).
Tingginya portofolio bisnis sektor pariwisata maupun sektor ekonomi kreatif tersebut menjadi salah satu pertimbangan mengapa Kemenparekraf berubah menjadi Kemenpar, sedangkan ekonomi kreatif dibentuk unit khusus Badan Ekonomi Kreatif.  “Perubahan nomenklatur dan organisasi Kemenpar maupun Badan Ekonomi Kreatif telah dibahas dengan KemenPAN/RB. Dalam waktu  dekat ini akan diumumkan,” kata Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya menjelaskan lebih jauh, untuk mencapai target 20 juta wisman pada 2019 berbagai upaya  harus dilakukan di antaranya perbaikan infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT (Information and Communication Technology ), health and hygiene dan aksesibilitas (conectivity, seat capacity dan direct flight) serta regulasi.
Dalam regulasi, pemerintah melakukan terobosan diantaranya dengan memberikan bebas visa kunjungan singkat (BVKS) bagi 5 negara yakni; Australia, Jepang, Korea, China, dan Rusia yang mulai diterapkan tahun 2015. Selain itu memberikan  kemudahan perizinan masuknya  kapal layar (yacht) ke perairan Indonesia dalam upaya mendorong masuknya para yachter internasional  yang menjadi bagian penting dari pengembangan wisata bahari (marine tourism) di tanah air.
Upaya lain adalah melakukan promosi secara efektif dengan menggunakan jalur digital atau on-line antara lain melalui kegiatan;  mobile apps, digital campaign, interactive campaign,  viral marketing (Facebook, Twitter, Youtube, blog, etc), maupun jalur konvensional atau off-line  antara lain dengan memasang advertisement di majalah tematik dan lifestyle  mags, media placement di titik-titik strategis, mengukuti consumer shows (B2C), consumer promotions, maupun melakukan sales missions,  road show  dan famtrips dengan mengundang para tour operator dan  penulis pariwisata dari negara-negara yang menjadi sumber wisman. 
Selain itu untuk mempresentasikan daya tarik keindahan alam (nature), keanekaragaman budaya dan keramahtamahan masyarakat Indonesia (culture) maupun fasilitas pariwisata menarik lainnya yang dikembangkan oleh orang kreatif Indonesia (manmade) perlu diperkuat melalui branding pariwisata Indonesia. Untuk ini dilakukan re-launching branding “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan pemasaran dan promosi pariwisata di luar maupun di dalam negeri.  Branding “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai country branding wajib digunakan, sedangkan destination branding di masing-masing destinasi bersama-sama menggunakan branding “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia”.
Menpar menjelaskan kekuatan pariwisata Indonesia pada tiga unsur yakni nature, culture, dan manmade. Ketiga unsur ini masing-masing akan dikembangkan sebagai produk wisata andalan secara proporsional. Untuk  nature potensinya sebesar 60% dikembangkan dalam produk wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan, sedangkan culture potensinya sebesar 35% dikembangkan sebagai wisata heritage dan religi; wisata kuliner dan belanja; dan wisata kota dan desa.  Untuk manmade potensinya sebesar 5% dikembangkan sebagai wisata MICE dan Event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpatu (integreted resort).
Dalam jumpa pers tersebut Menpar Arief Yahya juga melaporkan program kerja 100 hari sebagai menteri pariwisata dalam “Kabinet Kerja”  antara lain penerapan e-office di lingkungan Kemenpar; pencanangan pembangunan zona integritas; pelaksanaan revisi RKK/L; pekan wisata kuliner tradisional nusantara; peluncuran CAIT (Clearance Approval for Indonesia Territory) secara on-line; bebas visa kunjungan singkat (BVKS) bagi 5 negara (Jepang, China, Korea Selatan, Australia, dan Rusia); launching branding Wonderful of Indonesia; peluncuran e-tourism; penghargaan para blogger pariwisata (Travel Blogger Award); serta soft launching gerakan akselerasi tenaga kerja dalam menghadapi MEA 2015.
Selain itu juga melakukan groundbreaking  gedung pertunjukan; pelaksanaan Festival Film Indonesia (FFI) 2014, anugrah kriya kreatif daur ulang, penyelenggaraan Indonesia Fashion Foward (IFF), serta program buku digital maupun penguatan situs Indonesiakreatif.Net sebagai sarana komunikasi orang-orang  kreatif Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar