Rabu, 04 Februari 2015

Pameran ‘Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa’

mantagibaru.com—Pameran ‘Aku Diponegoro: Sang Pangerran dalam Ingatan Bangsa’ terbagi menjadi tiga bagian yang masing-masing mewakili pendekatan berbeda terhadap Diponegoro. Bagian pertama, Diponegoro di Mulut Sejarah Seni Indonesia: Pembentukan seorang pahlawan pada karya seni Indonesia yang memiliki topik Diponegoro. Sorotan utama bagian ini adalah lukisan penangkapan Diponegoro (1857) karya Raden Saleh yang baru saja direstorasi.
Lukisan ini dilengkapi dengan sejumlah potret (semu) Diponegoro, karya seniman Indonesia seperti Soedjono Abdullah, Basuki Abdullah, Harijadi Sumodidjojo dan banyak lainnya. Di samping karya-karya ini, akan hadir pula sebuah dokumentasi foto dan video yang menjelaskan proses restorasi yang sangat teliti. Restorasi ini dikerjakan oleh GRUPPE Koln (Cologne, Jerman), yang dipimpin oleh Susanne Erhards.
Di bagian kedua, yang berjudul Diponegoro, Raden Saleh dan Sejarah di Mata Seniman Indonesia, memberikan kesempatan bagi sejumlah seniman Indonesia kontemporer, seperti Srihadi Soedarsono, Heri Dono, Nasirun, Entang Wiharso, dan banyak lainnya, untuk menyajikan pendekatan kontemporer mereka atas figur Diponegoro.
Dan di bagian ketiga, sisi lain Diponegoro berfokus pada barang-barang yang berhubungan dengan Diponegoro, seperti foto, cukil kayu, kartu remi, buku komik, poster politik, dan uang kertas. Dengan cara ini, pameran mempertanyakan tradisi umum penerimaan seni rupa dan juga dirancang untuk memicu diskusi publik mengenai sifat seni rupa dalam Indonesia post-modern.
Ruang khusus penampakan leluhur akan diatur untuk memamerkan jubah putih perang sabil Diponegoro yang asli dan artefak pribadi lainnya seperti tombak pusaka dan pelana kuda. Ruang ini dianggap ruang pusaka.
Pameran akan berlangsung selama satu bulan, mulai dari 6 Februari – 8 Maret 2015, dan terbuka untuk umum. Dan bagi setiap pengunjung, pameran ini tidak dipungut biaya. Selamat berkunjung!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar