Pulau Bali Kembali Dapat Penghargaan Sebagai The Best Destination

mantagibaru.com—Pulau Bali kembali mendapat penghargaan sebagai the best destination. Penghargaan kali ini diberikan oleh C-Trip sebuahonline marketing tourism yang berpengaruh di Tiongkok (RRT). C-Trip  setiap tahun menggelar event Top 10 Best Tourism Destination Network Selection and Award Ceremony.
Pada acara pemberian penghargaan tahun 2014 kali, C-Trip memberikan dua penghargaan kepada Bali yakni sebagai  Best Island Tourist Destination dan nomor 2 sebagai Best Overseas Tourism City. 

China Pasar Utama Pariwisata Indonesia

mantagibaru.com—Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari China ke Indonesia belakangan ini meningkat pesat, sehingga posisinya kini berada di urutan ke-4 teratas setelah Singapura, Malaysia, dan Australia. China merupakan pasar utama pariwisata Indonesia. Dari 19 negara yang menjadi fokus pasar pariwisata Indonesia, China ditempatkan sebagai fokus pasar utama selain Australia, Jepang, Korea, dan Rusia.

Bedah Buku Turning Targets: 25 Tahun Cemeti

Mantagibaru.com—Galeri Nasional Indonesia (GNI) bekerja sama dengan Rumah Seni Cemeti (Cemeti Art House) menggelar peluncuran dan bedah buku Turning Targets: 25 Tahun Cemeti, Rabu (28/1/2015) pukul 15.00 WIB, di Ruang Seminar GNI. Acara ini dikemas dalam sebuah diskusi santai yang menghadirkan Direktur Ruangrupa sekaligus kurator dan seniman, Ade Darmawan, Kurator GNI, Asikin Hasan sebagai pendedah buku, serta Citra Smara Dewi yang juga kurator GNI sebagai moderator.

Anak Lidah Dek Anak Pisang

OLEH Wisran Hadi


Ota Muncak ka Mas Sam di ateh bendi balapie-lapie, labiah kareh lo lapie otanyo lai daripado bunyi lapie kudonyo. Kusie bendi nan sagalo pandai tu maota, dulu urang Minang manyabuik pemain bola, pemain randai, pendayung sampan tu jo kato “anak”.  Disabuik anak randai atau anak bola karano mereka tu memang masih anak-anak atau berstatus sebagai “anak”. Ado anak joki, anak sasian, atau anak ulaAnak lidah indak masuak etongan dalam persoalan ko, baitu juo anak pisang. Apolai kalau anak lidah dek anak pisang.

Dampak Negatif Otonomi Daerah Alih Fungsi Hutan Lindung Berisiko Banjir Bandang

OLEH Isril Berd
Kepala Pusat Kajian Pengembangan Lahan dan Pemukiman Universitas Andalas

Kawasan hutan lindung dibabat di Nagari Kajai, Kec. Talamau, Kab. Pasaman Barat 
Bila dicermati saat ini pengelolaan hutan lindung belum terorganisir dengan baik. Hal ini disebabkan karena belum adanya peraturan daerah (perda) yang mengatur pengelolaan hutan lindung sebagai bentuk tindak lanjut dari otonomi daerah. Tentu saja, kondisi ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 dan PP Nomor 6 tahun 2007.

Mochtar Naim dan Kajian tentang Kebudayaan Minangkabau

OLEH Abdurrahman
Mahasiswa Program Pascasarjana Jurusan Sejarah UGM
Sosiolog Mochtar Naim
Sejak seminggu (27 November 2011), Mochtar Naim dirawat di rumah sakit Fatmawati Jakarta. Dari keterangan yang diperoleh, terjadi pembengkakan pada jantungnya, namun alhamdulilah pada Rabu, 30 November lalu, pembengkakan pada jantungnya sudah teratasi, hanya saja ia masih merasakan agak sakit di bagian jantungnya. Tentunya doa bagi kesembuhannya.

Mendesak, PP Pengelolaan DAS Terpadu

OLEH Isril Berd 
Guru Besar dan Kepala Pusat Kajian Pengembangan Lahan dan Pemukiman Universitas Andalas

Aktivitas penggalian pasir di aliran Batang Anai 
Pendekatan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) tidak bisa dilakukan hanya oleh satu sektor atau satu disiplin ilmu saja, melainkan harus multipihak yang bersifat interdisipliner. Koordinasi penanganan DAS oleh para pihak selama ini belum terbangun secara optimal sebagai akibat belum samanya persepsi mengenai interdependensi seluruh komponen dalam DAS sehingga perlu ada penyamaan persepsi di antara para pihak tentang pengertian, permasalahan dan konsep pengelolaan DAS sebagai suatu kesatuan ekosistem yang utuh. Untuk itu segera diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengelolaan DAS terpadu. Hal ini  terungkap dalam Forum DAS dan pakar tingkat Nasional pada 19-20 Oktober 2010 lalu di Jakarta.

Pro-Kontra Pemekaran Nagari Era Otoda Kembali ke Nagari

(Bagian 5 dari 5 tulisan-Habis) OLEH   Yulizal Yunus Datuak Rajo Bagindo Dari perspektif nagari di Minangkabau dan sistem pemerintahann...